Terlalu mengada-ngada alasan ini, dulu pas mereka ingin mereka ingin menjabat dengan banyak janji dan omongkosong mereka dengan banga ingin KAMPUS STRAIRA memiliki perubahan dan revolusi bahkan bilang ingin gebrakan baru terlahir dikampus, tapi nyatanya nihil. dari pengamatan saya alasan ini terlalu dibuat-buat untuk kepentingan. sebab berdasarkan pengalaman saya pribadi waktu untuk menyelengarakan kongres hanya memakan waktu palig lama 3 hari. tapi dengan ketidak becusan dan bertele-tele ditambah alasan yang tak logis ini mereka berhasil mengundur jabatannya.
kalau tak salah mestinya ada dosen pembimbing dibidang ini untuk menertibkan miniatur pemerintahan dikampus, mereka menerima gaji buta. dengan tak becusnya mereka menangani hal sepele ini bagai mana mungkin mereka tetap dipercaya untuk membimbing mahasiswa yang nantinya digadang-gadang pak yai untuk menjadi penerus bangsa?
pecat saja dosen yangtak kompeten untuk ini.
sedangkang untuk DPM perwakilan mahasiswa yang cuga goblok kena mereka mempertahankan kegoblokanya bila mereka sibuk untuk urusan pribaadi, bukankah harusnya mereka sadar tangung jawab dan resiko apa yang aka dihadapi bila mereka menerima amanat mahasiswa?
agggrrr, saya merasa bodoh dan lucu unutuk ini. rasanya mereka mencemarkan nama baik dan almamater. buat apa mereka mengembor-ngemborkan sukses mengkawal BEM PESANTREN kalau hanya mengkawal hal sepele ini gak becus.
oh ya mungkin dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan antar BEM atau ada agenda besar yan menguntungkan indvidu hingga mereka mengorbankan mahasiswa berproses.
aduh ngelantur saya, dengan acara khaul ini ada even besar, selain nama besar, jaringan, dan tentunya kemungkinan dengan adanya even yang lebih besar mereka ingin memanfaatkan dengan maksimal untuk kepentingan masa depan.
ah gila pemuda ini, tak bisa jadi harapan bangsa atau pesantren.
salam perantau
No comments:
Post a Comment